Hampir tiap tahun , terutama saat mudik ke jawa, saya selalu melintasi garis katulistiwa. Tahun ini saya sempatkan untuk mengabadikan jalur lintasan matahari yang berada di daerah Bonjol kab. Pasaman – prop. Sumatera Barat.

Photo diatas kami ambil satu hari setelah gempa Sumbar yang berpuat di pariaman. ( saat gempa kami berada di solok )

Saat mudik ke surabaya kemarin, kami sekeluarga tidak menyia-yiakan kesempatan untuk “mencoba” hasil karya anak bangsa yang menghubungkan pulau jawa dengan pulau madura, yaitu jembatan suramadu.

suramadu (7) Dengan dana Rp 30.000 per mobil pribadi, kami melintas diatas ” jembatan mahal” ini sambil menikmati pemandangan laut di atas selat madura. Dang mungkin untuk saat itu, sebagian besar ( mungkin ) kendaraan yang melintas diatasnya adalah mereka yang seperti kami para turis lokal yang menjajal jembatan “tidak gratis ‘ ini untuk pesiar. Memang setelah turun dari jembatan suramadu ke arah bangkalan madura, banyak “toko-toko” souvenir atau makanan di pinggiri jalan itu.

Senin, 26 Oktober 2009

ultah 40Pkl.06.30 WIB Surprise #1 : My Wife, My Daughter, and My Son mengucapkan selamat Ultah ( ambo lupa kalo’ ultah hari ini ). Thank’s a lot My family.

Pkl. 08.00 WIB Surprise 2# : Masuk ruangĀ  kantor , rupanya bu Thora Cs telah menyediakan kue ultah di atas meja. Trims teman-teman.

Pkl. 08.30 WIB Surprise 3# : Perwakilan siswa minta ijin masuk ruangan , rupanya mereka membawa kue ultah, disusul beberapa siswa lainnya. maule ate My student.

Akhirnya, saat waktu istirahat tiba, kami semua, rekan-rekan pendidik dan tendik SMAN 1 Tukka berkumpul di ruang guru, mereka merayakan ultah-ku hari itu. setelah tiup lilin, potong kue ….. . Terima kasih untuk semuanya.

orang jawaAku dapat mengingat berapa kali aku berpakaian jawa sampai detik ini. Saat masih di pulau jawa, baru satu kali aku menggunakan pakaian jawa, namun aku beberapa kali menggunakan pakaian jawa justru saat aku di luar jawa. Saat perayaan 17-an yang lalu, tetaptnya tanggal 15 Agustus 2009, di kec. Tukka, bersama dengan para siswa dan masyarakat aku turut parade itu menggunakan pakaian ….. jawa.

Secara kebetulan saat ” mengkomando pasukan” depan belakang, aku dapat pinjaman sepeda ” Oemar Bakri” , maka lengkaplah penampilan Jong Java nang Celebes.

Saat mau menjemput anak-anak di advis Matauli ( selepas pelantikkan ), rupanya mereka sedang bermain dan bercanda dengan native speaker bahasa jerman Frau Ilka Muller. Karena aku hanya bisa bahasa ” gutendmorgen” maka saat mau ngajak photo , kugunakan bahasa yang kupastikan dia tidak tahu : ” nyuwun sewu, kula lan kaluargo tur konco-konco bade cedak sungging kale panjenengan “, jawabnya : ” sillaakan “

Halaman Berikutnya »